Dear You, Welcome To My Personal Blog "svaxnet" By. Simon Rizyard Banundi

Kamis, 20 September 2012

RESPON BIN TERHADAP “CALL FOR ARREST INDONESIAN PRESIDENT”




Wanted for Arrest
Sekitar minggu lalu, Jumat 14 September 2012 Radio New Zaeland Internation merilis headline news bertajuk “Call For Arrest of Indonesian Presiden for Genocide in Papua”.  WPAT Campaigner menawarkan US$ 80.000 kepada siapa saja yang berani menangkap Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraan ke Inggris awal November nanti.  “SBY gagal menyelesaikan masalah Papua, terjadi genoside dan militer Indonesia beroperasi sangat brutal di Papua” sebagaimana kutipan Radio New Zaeland dari WPAT Campaigner.

Menurut situs Asian News Net, “Yudhoyono miffed over plan for his arrest”, Presiden telah mennggapi dengan marah atas langkah aktifis pro-separatis yang menawarkan penangkapan dengan sayembara. Situs http://arrestpresidentsby.wordpress.com/  mengungkap “We are offering a reward of £50.000 to the first person(s) who perfoms a citizen arrest on Indonesian President during his state visit to the UK” untuk orang pertama yang melakukan penangkapan Presiden Indonesia saat dalam kunjungannya ke Inggris 31 Oktober sampai dengan 2 Nopember 2012. Lebih dari 500.000 orang Papua tewas, tidak ada perlindungan HAM di Papua, termasuk kebebasan berbicara, lebih dari 15 tahun orang Papua dipenjara karena unjukrasa damai.

Impact dari Call for arrest ini, Jakarta beraksi sangat sederhana namun tegas terhadap Papua :

Kepala BIN Marciano Norman :
Kelompok – kelompok itu (separatis) ada, mereka menjalin komunikasi dengan aktfis – aktifis asing dan politisi.  Mereka selalu menceritakan kejadian – kejadian yang ada di Indonesia untuk menceritakan buruknya Handling Indonesia terhadap Papua. Komunitas – komunitas warga Indonesia yang ada diluar negri perlu meluruskan berita – berita negative seperti ini. itu bohong, pembantaian 500 ribu warga Papua adalah fitna.

Juru Biacara Kepresidenan JULIAN ALDRIN PASHA :
Sayembara itu telah mengganggu SBY, bahkan sampai membuat SBY tidak tenang, terus terang ini mengganggu hubungan baik kedua Negara. Ini tak nyaman, bagi kami “perlu diluruskan”.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan DJOKO SUJANTO :
Mengatakan, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta telah mengirim surat kepada SBY, dalam surat itu dinyatakan SBY tidak perlu kawatir dengan berita yang dilansir Radio Internation New Zaeland.

Inggris yang mengundang, bukan kami (Indonesia) yang minta diundang terkait apresiasi Inggris terhadap apa saja yang dilakukan Indonesia terutama dibidang demokrasi, lingkungan hidup dan ekonomi. “kalau ada sayembara penangkapan, pemerintah Inggris akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap undangan yang diberikan kepada SBY”.

Sekjen PDIP TJAHYO KUMOLO :
Menghibur SBY dengan mengatakan, “gerakan – gerakan tersebut perlu dicermati tetapi tidak perlu menjadi kecemasan Presiden RI. Saya kira Intelijen Indonesia dan atase pertahanan sudah mendeteksi dan melaporkan kepada Presiden RI gelagat dan perkembanganya (sayembara).




Resource :